Desa Aek Nauli Kabupaten Samosir Bayangkan seorang pemuda desa bernama Dimas. Ia diminta Pokdarwis untuk “mengurus Instagram desa”. Minggu pertama ia mengunggah lima foto sekaligus. Minggu kedua ia sibuk di kebun, jadi akun itu kosong. Bulan ketiga, pengikutnya masih sedikit dan Dimas mulai bosan. Sementara itu, tamu yang bertanya lewat pesan tidak dibalas berhari-hari. Kejadian seperti ini sangat umum. Mengelola Instagram desa wisata memang butuh kebiasaan, bukan sekadar semangat awal. Tulisan ini membahas cara mengelola Instagram desa wisata dengan bahasa yang mudah: siapa yang mengurus, apa yang diunggah, seberapa sering, dan bagaimana membagi tugas. Mengapa Instagram Cocok untuk Desa Wisata? Instagram menampilkan foto dan video, dan itu yang dicari calon tamu: seperti apa desanya, makanannya, dan suasananya. Penelitian tentang akun Instagram Desa Kemiren di Banyuwangi menyimpulkan bahwa akun itu berhasil membangun citra pariwisata desa dengan memamerkan kekayaan budaya dan ke...
Henri Sinurat
jalan yang pasti pasti, yang pasti jalan jalan