Pagi ini, Liwa tidak diguyur hujan. Setelah beberapa hari sebelumnya, rintiknya setia menemani hingga menjelang siang. Langit tampak bersih, seolah memberi jalan bagi hari yang spesial. Hari ini, saya memilih melangkah ke Pekon Canggu—sebuah nama yang beberapa kali kutemui dari rombongan Sekura yang meramaikan pekon-pekonnya orang Lampung Barat. Sebelumnya, langkahku sudah menapaki jejak Sekura di Padang Dalom, Kota Besi, Bedudu, Pekon Balak, hingga Kegeringan. Namun entah mengapa, Canggu terasa berbeda. Barangkali karena ini menjadi salah satu perhelatan terakhir Sekura di tahun 2025. Meski esok, Liwa akan menjadi penutupnya. Dan seperti biasa, haru dan gembira datang bergandengan. Ditambah satu rasa lain: bingung. Ya, bingung karena waktu seperti terlalu cepat berlari, sementara diri ini masih ingin berlama-lama di Liwa. Tahun ini adalah kali keempat saya menyambangi Lampung Barat sejak 2022. Namun baru kali ini kaki ini sampai juga ke Canggu. Di sepanjang jalan, panji-panji dan bend...
jalan yang pasti pasti, yang pasti jalan jalan